Minggu, 30 Maret 2014

TOKO Online

Cara Membuat Toko Online Sebagai Situs Jual Beli
. Saat ini sudah banyak sekali di dunia internet. Seiring dengan berkembangnya internet, toko online atau website toko online menjadi lebih mudah bagi pembeli untuk mengadakan transaksi tanpa harus pergi ke toko offline secara langsung. Selain menghemat waktu, harga yang dibelipun tidak jauh berbeda dengan di toko langsung. Saat ini untuk membuat sebuah toko tidak dapat dibuat dengan modal yang kecil, lain halnya dengan membuat toko online yang bermodalkan jauh lebih kecil. Hal inilah yang menjadikan suatu alasan untuk membuat situs jual beli online sebagai alternatif lain bagi yang ingin mempunyai usaha. Tetapi tidaklah semua orang bisa membuat toko online bukan ?

Jika anda berniat untuk membuat toko online secara gratis maka bisa ikuti langkah - langkah di bawah ini sebagai tips untuk membuat toko online secara gratis.

Cara membuat toko online gratis

1. Buat blog dari blogger.com,  jika anda belum memahaminya silahkan bacalah artikel cara membuat blog

2. Setelah membuat blog, carilah template toko online dengan cara search di google menggunakan kata kunci 'template toko online' kemudian download lah template tersebut dan gantilah template blog tersebut,silahkan anda baca juga cara mengganti template blog

3. Setelah itu uploadlah foto atau gambar produk produk anda sendiri atau pun menjual produk orang lain. Walaupun anda tidak mempunyai produk sendiri maka bisa mencari perusahaan perusahaan yang menyediakan dropship. Cari di google dengan mengetik 'dropship sepatu' misalnya, kemudian segera hubungi untuk mendapatkan perjanjian dengannya.

Optimasikanlah toko online anda, jika belum bisa silahkan baca artikel optimasi seo offpage untuk membantu toko online anda lebih maksimal dalam pencarian. Karena sebuah blog atau website akan populer jika mendapatkan pencarian yang baik di mata search engine.

cara membuat toko online berkembang

Sudah tentu toko online atau situs jual beli online yang dibuat harus menghasilkan atau harus ada transaksi yang terjadi bukan ?, sebuah toko online tidaklah bisa berkembang dengan begitu saja tanpa adanya usaha atau perjuangan untuk membangunnya. Inilah tips yang dapat dipergunakan untuk membangun toko online anda agar dapat maju dan berkembang :

1. Jenis produk yang akan dijual
Tentukan produk yang akan dijual secara online dengan menganalisis pasar agar mendapat penjualan yang tinggi. Pangsa pasar sangat menentukan bidang online, Jika anda mempunyai produk sendiri maka dapat dengan mudah menjual online, pangsa pasarpun tidak harus ditentukan karena mau tidak mau anda harus menjual barang yang sudah ada. Tetapi jika anda menggunakan dropship haruslah menentukan pangsa pasar anda agar toko online anda mendapat transaksi yang signifikan.

2. Tentukan media promosi
Gunakan media sosial facebook dan twitter sebagai sarana untuk melakukan promosi berjualan online, bahkan jika anda adalah pengguna blackberry bisa menggunakan fasilitas bbm untuk promosi juga. Karena jumlah kompetitor dalam dunia bisnis online sangatlah banyak yang berasal dari segala penjuru dunia maka publikasi atau promosi toko online anda dapat mulai dari teman, tetangga, rekan kerja, kerabat terdekat. Kalaupun dirasakan tidak ada perubahan yang signifikan, lakukan promosi melalui media berbayar, bisa melalui penyedia iklan PPC ataupun media televisi.

3. Sistem pembayaran
Sistem transaksi dalam toko online juga penting karena ini akan membangun suatu kepercayaan kepada buyer bahwa toko online anda bukanlah suatu penipuan. Sistem pembayaran bisa via transfer antar rekening atau melalui tatap muka antara penjual dan pembeli. Jika toko online anda juga siap melayani pembeli dari luar negeri maka siapkan juga sistem pembayaran melalui paypal untuk mempermudah pembayaran saat bertransaksi dengannya. Ingatlah bahwa modal utama sebuah toko online adalah kepercayaan dari pembeli, setiap orang yang masuk ke toko online anda haruslah percaya bahwa toko online yang dikunjungi tersebut adalah penjual yang bisa dipercaya kebenarannya.

4. Siapkan kontak person
Siapkan alat penghubung misalnya berupa kontak melalui sms, yahoo online, gtalk, pin blackberry, whats up bahkan nomor telepon yang siap melakukan kontak tiap saat. Ini juga merupakan salah satu sistem yang akan membangun tingkat kepercayaan konsumen.

5. Buat toko online dengan profesional
Membuat toko online haruslah memberikan Informasi produk, spesifikasi barang, harga, cara beli dan sebagainya dengan jelas. Buat media toko online yang informatif, menarik dan desain toko online yang terlihat menarik dan profesional.

6. Berikan layanan terbaik
Jika sudah ada transaksi, langkah selanjutnya yang harus diperhatikan adalah memberikan layanan terbaik kepada si pembeli, layanan tersebut berupa pengemasan dan pengirim barang sehingga barang yang sampai ke pembeli tidak menjadi rusak yang tentunya akan membuat si pembeli merasa toko online anda tidak profesional dalam melayani pembeli.

7. Testimoni dari pelanggan
Setelah pelayanan terbaik diberikan, mintalah testimoni dari pelanggan,yang tentunya tidak akan segan segan memberikan testimoni jika mendapatkan pelayanan yang berkualitas dari toko online tersebut.

Jika anda ingin meningkatkan kualitas toko online gratis anda menjadi lebih baik lagi, tentunya anda harus mengganti domain menjadi .com atau domain berbayar lainnya, hal ini tentunya akan menambah tingkat kepercayaan dan profesionalitas menjadi bertambah. Dan hal ini pun menjadi salah satu syarat berkembangnya toko online anda.

Demikianlah cara membuat toko online gratis sebagai situs jual beli, semoga dapat memberikan manfaat kepada anda. Salam blogger
http://hengkikristiantoateng.blogspot.com/2013/07/cara-membuat-blog-sendiri-dan-mengganti-domain-menjadi-.com.html

Minggu, 08 Desember 2013

SEJARAH TIM NASIONAL ITALIA




Tim nasional sepak bola Italia telah 17 kali ikut dalam Piala Dunia FIFA. Mereka absen hanya pada 1930 dan 1958..
Federasi Sepak Bola Italia (Federazione Italiana Giuoco Calcio; FIGC) berdiri pada 1898 dan bergabung dengan FIFA pada 1905. Italia adalah negara kedua setelah Brasil yang paling sering menjuarai kejuaraan bergengsi Piala Dunia dengan empat raihan trofi. Masing-masing diraih pada tahun 1934, 1938, 1982 dan 2006. Selain itu, pada 1968 Italia juga berhasil menjuarai Piala Eropa sebagai satu-satunya raihan trofi Henri Delauney yang pernah direbut. Tim Italia dijuluki Gli Azzurri atau "si biru langit" mengacu pada kostum utama mereka yang berwarna biru.

Prestasi Awal

Tim nasional Italia pertama kali mencuat secara internasional pada tahun 1934 seiring dengan gelaran Piala Dunia yang diadakan di sana. Italia, yang saat itu di bawah komando Benito Mussolini berhasil meraih trofi mereka dengan bantuan beberapa Oriundi, atau pemain keturunan Italia yang pernah membela negara lain, terutama Argentina ada yang unik di Tim Italia yaitu 9 dari 11 pemain yang membela Gli Azzuri berasal dari klub Juventus seperti Giampiero Combi, Virginio Rosetta, Luigi Bertolini, Felice Borel, Umberto Caligaris, Giovanni Ferrari, Luis Monti, Raimundo Orsi dan Mario Varglien.
Empat tahun berselang Italia berhasil mempertahankan gelar dalam hajatan yang diadakan di Perancis. Sukses beruntun Italia tersebut tak lepas dari peran pelatih Vitorio Pozzo dan kapten tim Giuseppe Meazza. Sayangnya, Perang Dunia II memupus harapan Italia untuk mencetak hattrick setelah dibatalkannya Piala Dunia 1942. Menjelang Piala Dunia 1950, Italia mempunyai tim yang dihormati di kancah Eropa, di mana mayoritas pemainnya berasal dari klub Torino dengan bintangnya Valentino Mazzola. Sayangnya, sebuah kecelakaan pesawat merampas nyawa seluruh punggawa klub Torino, yang juga berarti mengurangi kekuatan Italia secara signifikan di ajang Piala Dunia yang digelar di Brazil pada 1950.

Selepas tragedi tersebut, Italia tidak pernah berprestasi maksimal. Beberapa ajang Piala Dunia bahkan mencatat sejarah buruk Azzurri, di antaranya yang dikenal dengan "Battle of Santiago" pada Piala Dunia 1962 di Cili. Partai antara tuan rumah Cili dan Italia tersebut dikenang sebagai salah satu partai terbrutal dalam sejarah Piala Dunia menyusul banyaknya insiden antar pemain. Kekalahan memalukan selanjutnya adalah ketika Italia tersisih di tangan wakil Asia, Korea Utara di ajang Piala Dunia 1966 di Inggris.
Baru pada 1968, melalui pemain seperti Sandro Mazzola (putra dari Valentino Mazzola), Luigi Riva dan Omar Sivori, Italia merebut gelar prestisus Kejuaraan Eropa setelah mengalahkan Yugoslavia dalam partai puncak. Keberuntungan menaungi Italia ketika di semifinal mereka menyisihkan tim kuat Uni Sovyet melalui undian koin!
Tim yang memenangi Euro 1968 tersebut dipertahankan pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Italia melaju ke final setelah melewati partai yang dikenang sebagai pertandingan terbaik sepanjang masa oleh World Soccer melawan Jerman Barat yang dimenangi Italia dengan skor 4-3 setelah melewati dua kali perpanjangan waktu. Di final, Italia takluk di tangan tim Samba, Brasil, yang diperkuat bintang seperti Pele, Carlos Alberto dan sebagainya.
Sepanjang dekade 70-an, Italia hampa gelar. Satu-satunya prestasi terbaik setelah 1970 adalah tampilnya Italia di semifinal Piala Dunia 1978 di Argentina. Saat itu Italia dilatih oleh Enzo Bearzot dan masih menampilkan Dino Zoff, kiper yang merebut gelar Euro 1968 sebagai penjaga gawang utama.

Era Enzo Bearzot

Menyongsong Piala Dunia 1982 yang digelar di Spanyol, kesebelasan Italia diguncang skandal setelah beberapa pemain dan klub lokal terlibat judi totonero. Di antara pemain yang terhukum adalah striker Paolo Rossi yang juga tampil di Argentina 78. Meski tidak banyak bermain di kompetisi akibat hukuman, Bearzot tetap memanggil Rossi sebagai salah satu pemain di Piala Dunia 1982. Bearzot juga masih mempertahankan Dino Zoff sebagai penjaga gawang, yang sekaligus mengukir rekor pemain tertua yang berlaga di Piala Dunia dengan usia lebih dari 40 tahun.
Italia memulai Piala Dunia dengan tidak meyakinkan setelah hanya lolos dari penyisihan Grup 1 dengan modal 3 kali seri. Di pertandingan pertama, kekuatan baru Eropa saat itu, Polandia berhasil menahan seri Italia. Tetapi, melawan tim yang dianggap kelas dua, Peru, Italia kembali hanya bisa memaksakan hasil imbang. Gol Bruno Conti dibalas Peru tujuh menit jelang pertandingan usai. Pertandingan selanjutnya lebih parah. Melawan Kamerun, yang notabene merupakan debutan di Piala Dunia, lagi-lagi Italia bermain seri 1-1. Gol dicetak oleh Francesco Graziani, striker Fiorentina pada saat itu. Mengumpulkan nilai 3 dari tiga kali imbang, poin Italia disamai oleh Kamerun. Italia beruntung punya tabungan mencetak gol yang lebih banyak daripada Kamerun.
Di babak selanjutnya, Italia tergabung bersama Grup C, grup maut yang dihuni oleh juara bertahan Argentina dan tim kuat Brasil yang diperkuat pemain handal macam Socrates dan Falcao. Italia beruntung bisa mengalahkan Argentina dengan skor 2-1. Dua gol dicetak oleh gelandang Marco Tardelli dan Antiono Cabrini. Hal itu memicu kecaman terhadap taktik Bearzot, dan stok penyerang yang dibawanya. Bearzot menerapkan taktik catenaccio, mengutamakan pertahanan yang ketat. Salah satu episode terkenal adalah penjagaan ekstraketat dari Claudio Gentile terhadap bintang Argentina, Diego Maradona.
Sebagai respon terhadap kritik, Paolo Rossi yang masuk tim secara kontroversial memperlihatkan ketajamannya, di antaranya menjebol tiga kali gawang Brazil di pertandingan kedua Grup C. Rossi membobol gawang Brazil dari menit ke-5, dan disamakan oleh Socrates pada menit ke-12. Rossi membawa Italia unggul sampai babak pertama berakhir ketika pada menit ke-25 dia mencetak gol keduanya di turnamen. Brazil membalas di babak kedua, dengan Falcao memjebol gawang Dino Zoff di menit 68. Selang 6 menit kemudian, Rossi melengkapi hattricknya dan membawa Italia unggul sampai pertandingan selesai. Kemenangan 3-2 itu membawa Italia memuncaki grup dan kembali menantang Polandia di semifinal.
Duel di semifinal yang merupakan ulangan duel di awal turnamen berhasil dimenangi Italia 2-0. Paolo Rossi mencetak gol keempat dan kelimanya di turnamen dengan memborong dua gol atas Polandia yang di antaranya diperkuat Zbigniew Boniek. Di lain pihak, Jerman Barat sukses menghempaskan Perancis lewat adu penalti setelah skor imbang 3-3. Dua partai semifinal menghasilkan pertemuan klasik antara Jerman Barat dan Italia, ulangan semifinal Piala Dunia 1970 yang seru.
Duel antar juara dua kali Piala Dunia tersebut berakhir dengan kemenangan Azzurri. Magi Rossi kembali membawa tuah bagi Italia ketika dia mencetak gol keenam di turnamen ini sekaligus membuka skor. Marco Tardelli menambah keunggulan Italia, yang dilengkapi dengan gedoran Alessandro Altobelli untuk membawa negeri spaghetti itu memimpin 3 gol. Jerman hanya memperkecil kedudukan melalui satu gol Paul Breitner. Hasil akhir 3-1 untuk kemenangan Italia. Itu menjadi titel dunia ketiga bagi Italia sekaligus menyamai raihan titel Brasil. Paolo Rossi tampil sebagai pemain terbaik turnamen dan meraih sepatu emas dengan 6 gol-nya.
Ironisnya, Italia justru tidak lolos ke putaran final Euro 1984, meski masih bermaterikan tim juara dunia dan pelatih Enzo Bearzot. Prestasi Italia juga tidak meyakinkan selama sisa dekade 80-an, dan baru bangkit pada 1990 ketika mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia. Italia terhenti di semifinal oleh Argentina bersama Diego Maradona, yang merupakan juara bertahan, dalam drama adu penalti. Di playoff, Italia berhasil mengalahkan Inggris dan merebut gelar hiburan sebagai peringkat ketiga.
Skuat Italia di Piala Dunia 1982

Dekade 90-an

Pada 1994, Italia yang diperkuat bintang Juventus, Roberto Baggio dan beberapa pemain AC Milan berhasil melaju sampai final menghadapi Brasil. Baggio menjadi bintang ketika mencetak rangkaian gol penentu menuju final. Sayangnya, justru Baggio pula yang menjadi biang kekalahan Italia ketika dirinya gagal mencetak gol dalam drama adu penalti. Selain Baggio, kapten Italia dan AC Milan, Franco Baresi juga gagal. Raihan Italia kembali disalip oleh Brasil dengan empat titel.
Tahun 1996 dan 1998 adalah catatan kegagalan Italia, masing-masing di Euro 96 (yang digelar di Inggris) dan Perancis 98. Italia tersisih di penyisihan grup setelah kalah dalam selisih gol dengan Republik Ceko. Di Piala Dunia 1998, Italia gagal di tangan Perancis melalui adu penalti. Perancis kemudian meraih gelar juara Piala Dunia.
Duel antara Italia dan Perancis kembali berulang di final Piala Eropa 2000 yang digelar di Belanda-Belgia. Di final, Italia unggul 1-0 sampai menit terakhir injury time ketika penyerang Perancis Sylvain Wiltord membawa malapetaka dengan membobol gawang kiper Italia Francesco Toldo untuk memaksakan perpanjangan waktu. Di babak perpanjangan waktu, David Trezeguet berhasil mencetak gol untuk Perancis. Saat itu sistem permainan menggunakan sistem Sudden Death, sehingga Italia dipastikan kalah di final. Kekalahan tragis itu membayangi Italia di Piala Dunia 2002 setelah mereka dipukul oleh tuan rumah Korea Selatan. Pasca kekalahan di Piala Dunia 2002, kapten Paolo Maldini mengundurkan diri sekaligus mengukir rekor sebagai pemain dengan 126 caps, terbanyak sepanjang masa.
Drama berlanjut di Piala Eropa 2004. Pelatih Giovanni Trapattoni yang juga menangani Azzurri di Jepang-Korea 2002 gagal membawa Italia lolos penyisihan setelah hanya mengumpulkan nilai 5 dari tiga kali bertanding. Dua tim Skandinavia, Swedia dan Denmark menyisihkan Italia melalui hitung-hitungan selisih gol yang rumit. Kegagalan itu mengakibatkan Trapattoni mundur dan digantikan oleh Marcello Lippi.

Piala Dunia 2006

Pelatih Marcello Lippi membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2006 yang digelar di Jerman. Italia lolos ke Jerman setelah menjuarai grup dalam Kualifikasi Piala Dunia, dan kemudian tergabung dalam Grup E bersama Republik Ceko, Amerika Serikat dan Ghana. Sebelum Piala Dunia, skandal kembali marak ketika dakwaan terhadap beberapa klub yang mengguncang persepak bolaan Italia digulirkan. Kasus yang populer dengan istilah calciopoli tersebut menyita konsentrasi sejumlah pemain Italia yang klubnya terlibat.
Pada pertandingan pertama, Italia berhasil mengatasi Ghana dengan skor 2-0. Andrea Pirlo dan Vincenzo Iaquinta mencetak gol-gol untuk Italia. Di pertandingan kedua, Italia bermain imbang dengan Amerika Serikat, 1-1. Alberto Gilardino mencetak gol untuk Italia sebelum Cristian Zaccardo membuat gol bunuh diri untuk membuat pertandingan imbang. Pertandingan penentuan melawan Republik Ceko berhasil dimenangkan ketika Marco Materazzi dan Filippo Inzaghi mencetak dua gol kemenangan Italia sekaligus meloloskan tim Azzurri ke babak selanjutnya.
Di fase knock-out, Italia bertemu dengan Australia yang keluar sebagai runner up Grup F. Pertandingan dimenangkan pada menit terakhir ketika Francesco Totti berhasil mengeksekusi penalti yang diberikan wasit akibat pelanggaran kepada bek Fabio Grosso oleh pemain Australia. Di perempat final, Italia menyisihkan Ukraina dengan skor 3-0. Luca Toni membuat dua gol, dan satu tambahan gol dari Gianluca Zambrotta membuat Italia melenggang ke semi final untuk pertama kalinya sejak 1994. Di semifinal, tuan rumah Jerman menantang Italia. Dalam pertandingan yang diadakan di Dortmund, kedua tim bermain terbuka dan atraktif sehingga banyak disebut sebagai pertandingan terbaik Piala Dunia. Italia mengulangi memori drama perpanjangan waktu Piala Dunia 1970, ketika jelang usai perpanjangan waktu kedua, Fabio Grosso mencetak gol mematikan dari dalam kotak penalti. Alessandro Del Piero menyempurnakan malam untuk Italia sekaligus mengirim Jerman ke playoff tempat ketiga. Di final, Italia menghadapi Perancis yang lolos setelah menyingkirkan favorit Brasil dan Portugal.
Final Piala Dunia 2006 berlangsung di Berlin. Perancis memimpin terlebih dahulu melalui penaltiZinedine Zidane setelah Florent Malouda terganjal Marco Materazzi. Tak lama kemudian, Materazzi membalas dengan mencetak gol sundulan menyambut tendangan pojok Andrea Pirlo. Materazzi pula yang menjadi aktor terusirnya bintang Perancis, Zidane, setelah dirinya ditanduk. Sampai berakhirnya dua kali perpanjangan waktu, kedua tim gagal mencetak gol dan pertandingan dilanjutkan dengan adu tendangan penalti. Kelima eksekutor Italia berhasil menyarangkan gol, sementara David Trezeguet gagal mencetak gol untuk Perancis. Italia akhirnya menjadi juara dunia untuk keempat kalinya. Italia mencatat hanya dua kali kebobolan, satu melalui gol bunuh diri Zaccardo, dan satu melalui penalti Zidane. Hasil itu membuktikan bahwa pertahanan masih menjadi tradisi Italia sesuai dengan pakem catenaccio yang mereka anut.
Skuat Italia di Piala Dunia 2006:

Paska Piala Dunia 2006

Setelah kemenangan di Piala Dunia, Marcello Lippi mengumumkan pengunduran dirinya. Roberto Donadoni, mantan pemain AC Milan dan pelatih klub Livorno ditunjuk sebagai pengganti Lippi. Pengunduran Lippi rupanya juga diikuti mundurnya dua pilar Azzurri di masa Lippi, Francesco Totti dan Alessandro Nesta. Hal itu menambah berat beban Donadoni untuk meloloskan Italia ke putaran final Euro 2008 di Swiss-Austria. Meski dengan awalan yang kurang sempurna, Italia akhirnya berhasil memastikan lolos ke putaran final Euro 2008 setelah memenangi laga melawan Skotlandia.
Di putaran final, Italia tergabung di Grup C bersama dua kandidat juara lainnya, Belanda dan Perancis, plus kuda hitam Rumania. Pada pertandingan pertama, Italia takluk 0-3 dari Belanda. Selanjutnya Italia ditahan Rumania 1-1 dan mengalahkan Perancis 2-0 untuk melaju ke perempat final melawan juara Grup D, Spanyol. Italia akhirnya tersingkir lewat drama adu penalti, setelah skor 0-0 bertahan hingga usai dua kali perpanjangan waktu. Spanyol yang mengalahkan Italia, akhirnya menjadi juara Piala Eropa 2008.
Buntut dari kegagalan di Piala Eropa 2008 adalah dengan dipecatnya pelatih Roberto Donadoni oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). FIGC kemudian menunjuk kembali mantan pelatih tim nasional Italia di Piala Dunia 2006, Marcello Lippi, untuk menangani Italia di kualifikasi Piala Dunia 2010.

Rekor Piala Dunia

  • 1930 - Tidak ikut
  • 1934 - Juara
  • 1938 - Juara
  • 1950 - Babak 1
  • 1954 - Babak 1
  • 1958 - Tidak lolos
  • 1962 - Babak 1
  • 1966 - Babak 1
  • 1970 - Tempat kedua
  • 1974 - Babak 1
  • 1978 - Tempat keempat
  • 1982 - Juara
  • 1986 - Babak 2
  • 1990 - Tempat ketiga
  • 1994 - Tempat kedua
  • 1998 - Perempat final
  • 2002 - Babak 2
  • 2006 - Juara
  • 2010 - Babak 1
  • 2014 - Lolos

Rekor Piala Eropa

  • 1960 - Tidak ikut
  • 1964 - Tidak lolos
  • 1968 - Juara
  • 1972 - Tidak lolos
  • 1976 - Tidak lolos
  • 1980 - Tempat keempat
  • 1984 - Tidak lolos
  • 1988 - Semifinal
  • 1992 - Tidak lolos
  • 1996 - Babak 1
  • 2000 - Tempat kedua
  • 2004 - Babak 1
  • 2008 - Perempat final
  • 2012 - Tempat kedua

Sejarah Berdirinya Karang Taruna


Karang Taruna untuk pertama kalinya lahir pada tanggal 26 September 1960 di Kampung Melayu, Jakarta. Dalam perjalanan sejarahnya, Karang Taruna telah melakukan berbagai kegiatan, sebagai upaya untuk turut menanggulangi masalah-masalah Kesejahteraan Sosial terutama yang dihadapi generasi muda dilingkungannya, sesuai dengan kondisi daerah dan tingkat kemampuan masing-masing.

Pada mulanya, kegiatan Karang Taruna hanya sebatas pengisian waktu luang yang positif seperti rekreasi, olah raga, kesenian, kepanduan (pramuka), pendidikan keagamaan (pengajian) dan lain-lain bagi anak yatim, putus sekolah, tidak sekolah, yang berkeliaran dan main kartu serta anak-anak yang terjerumus dalam minuman keras dan narkoba. Dalam perjalanan sejarahnya, dari waktu ke waktu kegiatan Karang Taruna telah mengalami perkembangan sampai pada sektor Usaha Ekonomis Produktif (UEP) yang membantu membuka lapangan kerja/usaha bagi pengangguran dan remaja putus sekolah.

Pada masa Pemerintahan Orde Baru, nama Karang Taruna hanya diperuntukkan bagi kepengurusan tingkat Desa/Kelurahan serta Unit/Sub Unit saja (tingkat RT/RW). Sedangkan kepengurusan tingkat Kecamatan sampai Nasional menggunakan sebutan Forum Komunikasi Karang Taruna (FKKT), hal tersebut diatur dalam Kepmensos No 11/HUK/1988. Krisis Moneter yang melanda bangsa ini tahun 1997 turut memberikan dampak bagi menurunnya dan bahkan terhentinya aktivitas sebagian besar Karang Taruna. Saat dilaksanakan Temu Karya Nasional (TKN) IV tahun 2001 di Medan, disepakatilah perubahan nama menjadi Karang Taruna Indonesia (KTI). Oleh karena masih banyaknya perbedaan persepsi tentang Karang Taruna maka pada TKN V 2005 yang diselenggarakan di Banten tanggal 10-12 April 2005, Namanya dikembalikan menjadi Karang Taruna. Ketetapan ini kemudian diatur dalam Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Dengan dikeluarkannya Permensos ini diharapkan tidak lagi terjadi perbedaan penafsiran tentang Karang Taruna, dalam arti bahwa pemahaman tentang Karang Taruna mengacu kepada Peraturan Menteri Sosial tersebut.

Keberadaan Karang Taruna dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama ini, bertumpu pada landasan hukum yang dimiliki, yang terus diperbaharui sesuai dengan tuntutan, kebutuhan dan perkembangan masalah kesejahteraan sosial serta sistem pemerintahan yang terjadi. Sampai saat ini, landasan hukum yang dimiliki Karang Taruna adalah Keputusan Menteri Sosial RI No. 13/HUK/KEP/l/1981 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Karang Taruna, Ketetapan MPR No. II/MPR/1983 tentang GBHN yang menempatkan Karang Taruna sebagai wadah Pembinaan Generasi Muda, serta Keputusan Menteri Sosial RI No. 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna.

Kamis, 28 November 2013

UKURAN KAOS

Ukuran Kaos
Ukuran
panjang (cm)
lebar (cm)
Dewasa
XXL
76
56
XL
71
52
L
69
50
ML
68
44
M
63
41
S
58
38
Anak
Ukuran 2 (4-6 thn)
50
36
Ukuran 1 (1-3 thn)
42
32
Ukuran 0 (bayi)
34
25

Kaos Bola Logo Timnas Prancis A-414 L

Detail :
* Kaos Bola Sporty Logo Timnas/Negara
* Terbuat dari bahan Semi Combed 30’S
* Detail Sablon Pasta Dove di depan yang lembut
* Nyaman dipakai dan tidak panas

Size : L
Width/Length : 49 / 68 cm


CARA ORDER/PESAN

Cara Pesan:

1. Contact/SMS ke: 085394886360 dengan format sbb.:

ORDER

Nama     : ...
Alamat   : (jangan lupa kecamatan untuk menentukan ongkos kirim)
No Telp : ...
Jersey    : ...

2. Kami akan cek stok dan membalas SMS anda yang berisi ketersediaan barang dengan rincian jumlah yang harus anda bayarkan berikut ongkos kirimnya

3. Jika cocok, silakan transfer ke rekening kami yang tertera disini atau silakan tanya lagi via SMS

4. Barang dikirim

Customer Service KAOS HALMAHERA siap melayani dan membantu Anda

Jersey Bola TIMNAS BELANDA

Jersey BELANDA  (Home) : [A-810]

Detail :

* Jersey Bola Pria Grade Original
* Bahan high-quality polyester DRY-FIT / Climacool
* Detail Bordir di dada dan sablon Super Polyflex
* Made in Thailand
Size : S - M - L - XL
Width/Length :
S=50/68 cm ; M=52/72 cm ; L=55/75 cm ; XL=58/78 cm

Yang mau pesan :
Call : 085394886360