Jumat, 13 Desember 2013
Minggu, 08 Desember 2013
SEJARAH TIM NASIONAL ITALIA
Tim nasional sepak bola Italia telah 17 kali ikut dalam Piala Dunia FIFA. Mereka absen hanya pada 1930 dan 1958..
Federasi Sepak Bola Italia (Federazione Italiana Giuoco Calcio; FIGC) berdiri pada 1898 dan bergabung dengan FIFA pada 1905.
Italia adalah negara kedua setelah Brasil yang paling sering menjuarai
kejuaraan bergengsi Piala Dunia dengan empat raihan trofi. Masing-masing
diraih pada tahun 1934, 1938, 1982 dan 2006. Selain itu, pada 1968
Italia juga berhasil menjuarai Piala Eropa sebagai satu-satunya raihan
trofi Henri Delauney yang pernah direbut. Tim Italia dijuluki Gli Azzurri atau "si biru langit" mengacu pada kostum utama mereka yang berwarna biru.
Prestasi Awal
Tim nasional Italia pertama kali mencuat secara internasional pada tahun 1934 seiring dengan gelaran Piala Dunia yang diadakan di sana. Italia, yang saat itu di bawah komando Benito Mussolini berhasil meraih trofi mereka dengan bantuan beberapa Oriundi, atau pemain keturunan Italia yang pernah membela negara lain, terutama Argentina
ada yang unik di Tim Italia yaitu 9 dari 11 pemain yang membela Gli
Azzuri berasal dari klub Juventus seperti Giampiero Combi, Virginio
Rosetta, Luigi Bertolini, Felice Borel, Umberto Caligaris, Giovanni
Ferrari, Luis Monti, Raimundo Orsi dan Mario Varglien.
Empat tahun berselang Italia berhasil mempertahankan gelar dalam hajatan yang diadakan di Perancis. Sukses beruntun Italia tersebut tak lepas dari peran pelatih Vitorio Pozzo dan kapten tim Giuseppe Meazza. Sayangnya, Perang Dunia II memupus harapan Italia untuk mencetak hattrick setelah dibatalkannya Piala Dunia 1942. Menjelang Piala Dunia 1950, Italia mempunyai tim yang dihormati di kancah Eropa, di mana mayoritas pemainnya berasal dari klub Torino dengan bintangnya Valentino Mazzola.
Sayangnya, sebuah kecelakaan pesawat merampas nyawa seluruh punggawa
klub Torino, yang juga berarti mengurangi kekuatan Italia secara
signifikan di ajang Piala Dunia yang digelar di Brazil pada 1950.
Selepas tragedi tersebut, Italia tidak pernah berprestasi maksimal. Beberapa ajang Piala Dunia bahkan mencatat sejarah buruk Azzurri, di antaranya yang dikenal dengan "Battle of Santiago" pada Piala Dunia 1962 di Cili. Partai antara tuan rumah Cili
dan Italia tersebut dikenang sebagai salah satu partai terbrutal dalam
sejarah Piala Dunia menyusul banyaknya insiden antar pemain. Kekalahan
memalukan selanjutnya adalah ketika Italia tersisih di tangan wakil
Asia, Korea Utara di ajang Piala Dunia 1966 di Inggris.
Baru pada 1968, melalui pemain seperti Sandro Mazzola (putra dari Valentino Mazzola), Luigi Riva dan Omar Sivori, Italia merebut gelar prestisus Kejuaraan Eropa setelah mengalahkan Yugoslavia dalam partai puncak. Keberuntungan menaungi Italia ketika di semifinal mereka menyisihkan tim kuat Uni Sovyet melalui undian koin!
Tim yang memenangi Euro 1968 tersebut dipertahankan pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Italia melaju ke final setelah melewati partai yang dikenang sebagai pertandingan terbaik sepanjang masa oleh World Soccer melawan Jerman Barat
yang dimenangi Italia dengan skor 4-3 setelah melewati dua kali
perpanjangan waktu. Di final, Italia takluk di tangan tim Samba, Brasil, yang diperkuat bintang seperti Pele, Carlos Alberto dan sebagainya.
Sepanjang dekade 70-an, Italia hampa gelar. Satu-satunya prestasi terbaik setelah 1970 adalah tampilnya Italia di semifinal Piala Dunia 1978 di Argentina. Saat itu Italia dilatih oleh Enzo Bearzot dan masih menampilkan Dino Zoff, kiper yang merebut gelar Euro 1968 sebagai penjaga gawang utama.
Era Enzo Bearzot
Menyongsong Piala Dunia 1982 yang digelar di Spanyol, kesebelasan Italia diguncang skandal setelah beberapa pemain dan klub lokal terlibat judi totonero. Di antara pemain yang terhukum adalah striker Paolo Rossi yang juga tampil di Argentina 78.
Meski tidak banyak bermain di kompetisi akibat hukuman, Bearzot tetap
memanggil Rossi sebagai salah satu pemain di Piala Dunia 1982. Bearzot
juga masih mempertahankan Dino Zoff
sebagai penjaga gawang, yang sekaligus mengukir rekor pemain tertua
yang berlaga di Piala Dunia dengan usia lebih dari 40 tahun.
Italia memulai Piala Dunia dengan tidak meyakinkan setelah hanya
lolos dari penyisihan Grup 1 dengan modal 3 kali seri. Di pertandingan
pertama, kekuatan baru Eropa saat itu, Polandia berhasil menahan seri Italia. Tetapi, melawan tim yang dianggap kelas dua, Peru, Italia kembali hanya bisa memaksakan hasil imbang. Gol Bruno Conti dibalas Peru tujuh menit jelang pertandingan usai. Pertandingan selanjutnya lebih parah. Melawan Kamerun, yang notabene merupakan debutan di Piala Dunia, lagi-lagi Italia bermain seri 1-1. Gol dicetak oleh Francesco Graziani, striker Fiorentina
pada saat itu. Mengumpulkan nilai 3 dari tiga kali imbang, poin Italia
disamai oleh Kamerun. Italia beruntung punya tabungan mencetak gol yang
lebih banyak daripada Kamerun.
Di babak selanjutnya, Italia tergabung bersama Grup C, grup maut yang dihuni oleh juara bertahan Argentina dan tim kuat Brasil yang diperkuat pemain handal macam Socrates dan Falcao. Italia beruntung bisa mengalahkan Argentina dengan skor 2-1. Dua gol dicetak oleh gelandang Marco Tardelli dan Antiono Cabrini. Hal itu memicu kecaman terhadap taktik Bearzot, dan stok penyerang yang dibawanya. Bearzot menerapkan taktik catenaccio, mengutamakan pertahanan yang ketat. Salah satu episode terkenal adalah penjagaan ekstraketat dari Claudio Gentile terhadap bintang Argentina, Diego Maradona.
Sebagai respon terhadap kritik, Paolo Rossi yang masuk tim secara kontroversial memperlihatkan ketajamannya, di antaranya menjebol tiga kali gawang Brazil di pertandingan kedua Grup C. Rossi membobol gawang Brazil dari menit ke-5, dan disamakan oleh Socrates
pada menit ke-12. Rossi membawa Italia unggul sampai babak pertama
berakhir ketika pada menit ke-25 dia mencetak gol keduanya di turnamen. Brazil membalas di babak kedua, dengan Falcao memjebol gawang Dino Zoff di menit 68. Selang 6 menit kemudian, Rossi melengkapi hattricknya
dan membawa Italia unggul sampai pertandingan selesai. Kemenangan 3-2
itu membawa Italia memuncaki grup dan kembali menantang Polandia di semifinal.
Duel di semifinal yang merupakan ulangan duel di awal turnamen berhasil dimenangi Italia 2-0. Paolo Rossi mencetak gol keempat dan kelimanya di turnamen dengan memborong dua gol atas Polandia yang di antaranya diperkuat Zbigniew Boniek. Di lain pihak, Jerman Barat sukses menghempaskan Perancis lewat adu penalti setelah skor imbang 3-3. Dua partai semifinal menghasilkan pertemuan klasik antara Jerman Barat dan Italia, ulangan semifinal Piala Dunia 1970 yang seru.
Duel antar juara dua kali Piala Dunia tersebut berakhir dengan kemenangan Azzurri. Magi Rossi kembali membawa tuah bagi Italia ketika dia mencetak gol keenam di turnamen ini sekaligus membuka skor. Marco Tardelli menambah keunggulan Italia, yang dilengkapi dengan gedoran Alessandro Altobelli untuk membawa negeri spaghetti itu memimpin 3 gol. Jerman hanya memperkecil kedudukan melalui satu gol Paul Breitner. Hasil akhir 3-1 untuk kemenangan Italia. Itu menjadi titel dunia ketiga bagi Italia sekaligus menyamai raihan titel Brasil. Paolo Rossi tampil sebagai pemain terbaik turnamen dan meraih sepatu emas dengan 6 gol-nya.
Ironisnya, Italia justru tidak lolos ke putaran final Euro 1984,
meski masih bermaterikan tim juara dunia dan pelatih Enzo Bearzot.
Prestasi Italia juga tidak meyakinkan selama sisa dekade 80-an, dan baru
bangkit pada 1990 ketika mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia. Italia terhenti di semifinal oleh Argentina bersama Diego Maradona, yang merupakan juara bertahan, dalam drama adu penalti. Di playoff, Italia berhasil mengalahkan Inggris dan merebut gelar hiburan sebagai peringkat ketiga.
Skuat Italia di Piala Dunia 1982- Penjaga Gawang: Dino Zoff (Juventus), Ivano Bordon (Inter Milan), Giovanni Galli (Fiorentina)
- Belakang: Franco Baresi (AC Milan), Giuseppe Bergomi (Inter Milan), Antonio Cabrini (Juventus), Fluvio Collovati (AC Milan), Claudio Gentile (Juventus), Gaetano Scirea (Juventus), Pietro Vierchowod (Fiorentina)
- Gelandang: Giancarlo Antognoni (Fiorentina), Giuseppe Dossena (Torino), Giampiero Marini (Inter Milan), Gabriele Oriali (Inter Milan), Marco Tardelli (Juventus), Franco Causio (Udinese), Bruno Conti (AS Roma)
- Penyerang: Daniele Massaro (Fiorentina), Alessandro Altobelli (Inter Milan), Francesco Graziani (Fiorentina), Paolo Rossi (Juventus), Franco Selvaggi (Cagliari)
- Pelatih: Enzo Bearzot
Dekade 90-an
Pada 1994, Italia yang diperkuat bintang Juventus, Roberto Baggio dan beberapa pemain AC Milan berhasil melaju sampai final menghadapi Brasil.
Baggio menjadi bintang ketika mencetak rangkaian gol penentu menuju
final. Sayangnya, justru Baggio pula yang menjadi biang kekalahan Italia
ketika dirinya gagal mencetak gol dalam drama adu penalti. Selain
Baggio, kapten Italia dan AC Milan, Franco Baresi juga gagal. Raihan Italia kembali disalip oleh Brasil dengan empat titel.
Tahun 1996 dan 1998 adalah catatan kegagalan Italia, masing-masing di Euro 96 (yang digelar di Inggris) dan Perancis 98. Italia tersisih di penyisihan grup setelah kalah dalam selisih gol dengan Republik Ceko. Di Piala Dunia 1998, Italia gagal di tangan Perancis melalui adu penalti. Perancis kemudian meraih gelar juara Piala Dunia.
Duel antara Italia dan Perancis kembali berulang di final Piala Eropa 2000 yang digelar di Belanda-Belgia. Di final, Italia unggul 1-0 sampai menit terakhir injury time ketika penyerang Perancis Sylvain Wiltord membawa malapetaka dengan membobol gawang kiper Italia Francesco Toldo untuk memaksakan perpanjangan waktu. Di babak perpanjangan waktu, David Trezeguet berhasil mencetak gol untuk Perancis. Saat itu sistem permainan menggunakan sistem Sudden Death, sehingga Italia dipastikan kalah di final. Kekalahan tragis itu membayangi Italia di Piala Dunia 2002 setelah mereka dipukul oleh tuan rumah Korea Selatan. Pasca kekalahan di Piala Dunia 2002, kapten Paolo Maldini mengundurkan diri sekaligus mengukir rekor sebagai pemain dengan 126 caps, terbanyak sepanjang masa.
Drama berlanjut di Piala Eropa 2004. Pelatih Giovanni Trapattoni yang juga menangani Azzurri di Jepang-Korea 2002 gagal membawa Italia lolos penyisihan setelah hanya mengumpulkan nilai 5 dari tiga kali bertanding. Dua tim Skandinavia, Swedia dan Denmark
menyisihkan Italia melalui hitung-hitungan selisih gol yang rumit.
Kegagalan itu mengakibatkan Trapattoni mundur dan digantikan oleh Marcello Lippi.
Piala Dunia 2006
Pelatih Marcello Lippi membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2006 yang
digelar di Jerman. Italia lolos ke Jerman setelah menjuarai grup dalam Kualifikasi Piala Dunia, dan kemudian tergabung dalam Grup E bersama Republik Ceko, Amerika Serikat dan Ghana.
Sebelum Piala Dunia, skandal kembali marak ketika dakwaan terhadap
beberapa klub yang mengguncang persepak bolaan Italia digulirkan. Kasus
yang populer dengan istilah calciopoli tersebut menyita konsentrasi sejumlah pemain Italia yang klubnya terlibat.
Pada pertandingan pertama, Italia berhasil mengatasi Ghana dengan skor 2-0. Andrea Pirlo dan Vincenzo Iaquinta mencetak gol-gol untuk Italia. Di pertandingan kedua, Italia bermain imbang dengan Amerika Serikat, 1-1. Alberto Gilardino mencetak gol untuk Italia sebelum Cristian Zaccardo
membuat gol bunuh diri untuk membuat pertandingan imbang. Pertandingan
penentuan melawan Republik Ceko berhasil dimenangkan ketika Marco Materazzi dan Filippo Inzaghi mencetak dua gol kemenangan Italia sekaligus meloloskan tim Azzurri ke babak selanjutnya.
Di fase knock-out, Italia bertemu dengan Australia yang keluar sebagai runner up Grup F. Pertandingan dimenangkan pada menit terakhir ketika Francesco Totti berhasil mengeksekusi penalti yang diberikan wasit akibat pelanggaran kepada bek Fabio Grosso oleh pemain Australia. Di perempat final, Italia menyisihkan Ukraina dengan skor 3-0. Luca Toni membuat dua gol, dan satu tambahan gol dari Gianluca Zambrotta membuat Italia melenggang ke semi final untuk pertama kalinya sejak 1994. Di semifinal, tuan rumah Jerman menantang Italia. Dalam pertandingan yang diadakan di Dortmund,
kedua tim bermain terbuka dan atraktif sehingga banyak disebut sebagai
pertandingan terbaik Piala Dunia. Italia mengulangi memori drama
perpanjangan waktu Piala Dunia 1970, ketika jelang usai perpanjangan waktu kedua, Fabio Grosso mencetak gol mematikan dari dalam kotak penalti. Alessandro Del Piero menyempurnakan malam untuk Italia sekaligus mengirim Jerman ke playoff tempat ketiga. Di final, Italia menghadapi Perancis yang lolos setelah menyingkirkan favorit Brasil dan Portugal.
Final Piala Dunia 2006 berlangsung di Berlin. Perancis memimpin terlebih dahulu melalui penaltiZinedine Zidane setelah Florent Malouda terganjal Marco Materazzi. Tak lama kemudian, Materazzi membalas dengan mencetak gol sundulan menyambut tendangan pojok Andrea Pirlo.
Materazzi pula yang menjadi aktor terusirnya bintang Perancis, Zidane,
setelah dirinya ditanduk. Sampai berakhirnya dua kali perpanjangan
waktu, kedua tim gagal mencetak gol dan pertandingan dilanjutkan dengan
adu tendangan penalti. Kelima eksekutor Italia berhasil menyarangkan
gol, sementara David Trezeguet
gagal mencetak gol untuk Perancis. Italia akhirnya menjadi juara dunia
untuk keempat kalinya. Italia mencatat hanya dua kali kebobolan, satu
melalui gol bunuh diri Zaccardo, dan satu melalui penalti Zidane. Hasil
itu membuktikan bahwa pertahanan masih menjadi tradisi Italia sesuai
dengan pakem catenaccio yang mereka anut.
Skuat Italia di Piala Dunia 2006:
- Penjaga gawang: 1 Gianluigi Buffon (Juventus) 12 Angelo Peruzzi (SS Lazio) 14 Marco Amelia (AS Livorno)
- Belakang: 2 Christian Zaccardo (US Palermo) 3 Fabio Grosso (US Palermo) 5 Fabio Cannavaro (Juventus) 6 Andrea Barzagli (US Palermo) 13 Alessandro Nesta (AC Milan) 19 Gianluca Zambrotta (Juventus) 22 Massimo Oddo (SS Lazio) 23 Marco Materazzi (Inter Milan)
- Tengah: 4 Daniele De Rossi (AS Roma) 8 Gennaro Gattuso (AC Milan) 16 Mauro Camoranesi (Juventus) 17 Simone Barone (US Palermo) 20 Simone Perrotta (AS Roma) 21 Andrea Pirlo (AC Milan)
- Depan: 7 Alessandro Del Piero (Juventus) 9 Luca Toni (Fiorentina) 10 Francesco Totti (AS Roma) 11 Alberto Gilardino (AC Milan) 15 Vincenzo Iaquinta (juventus) 18 Filippo Inzaghi (AC Milan)
- Pelatih: Marcello Lippi
Paska Piala Dunia 2006
Setelah kemenangan di Piala Dunia, Marcello Lippi mengumumkan pengunduran dirinya. Roberto Donadoni, mantan pemain AC Milan dan pelatih klub Livorno ditunjuk sebagai pengganti Lippi. Pengunduran Lippi rupanya juga diikuti mundurnya dua pilar Azzurri di masa Lippi, Francesco Totti dan Alessandro Nesta. Hal itu menambah berat beban Donadoni untuk meloloskan Italia ke putaran final Euro 2008
di Swiss-Austria. Meski dengan awalan yang kurang sempurna, Italia
akhirnya berhasil memastikan lolos ke putaran final Euro 2008 setelah
memenangi laga melawan Skotlandia.
Di putaran final, Italia tergabung di Grup C bersama dua kandidat juara lainnya, Belanda dan Perancis, plus kuda hitam Rumania.
Pada pertandingan pertama, Italia takluk 0-3 dari Belanda. Selanjutnya
Italia ditahan Rumania 1-1 dan mengalahkan Perancis 2-0 untuk melaju ke
perempat final melawan juara Grup D, Spanyol.
Italia akhirnya tersingkir lewat drama adu penalti, setelah skor 0-0
bertahan hingga usai dua kali perpanjangan waktu. Spanyol yang
mengalahkan Italia, akhirnya menjadi juara Piala Eropa 2008.
Buntut dari kegagalan di Piala Eropa 2008
adalah dengan dipecatnya pelatih Roberto Donadoni oleh Federasi Sepak
Bola Italia (FIGC). FIGC kemudian menunjuk kembali mantan pelatih tim
nasional Italia di Piala Dunia 2006, Marcello Lippi, untuk menangani Italia di kualifikasi Piala Dunia 2010.
Rekor Piala Dunia
- 1930 - Tidak ikut
- 1934 - Juara
- 1938 - Juara
- 1950 - Babak 1
- 1954 - Babak 1
- 1958 - Tidak lolos
- 1962 - Babak 1
- 1966 - Babak 1
- 1970 - Tempat kedua
- 1974 - Babak 1
- 1978 - Tempat keempat
- 1982 - Juara
- 1986 - Babak 2
- 1990 - Tempat ketiga
- 1994 - Tempat kedua
- 1998 - Perempat final
- 2002 - Babak 2
- 2006 - Juara
- 2010 - Babak 1
- 2014 - Lolos
Rekor Piala Eropa
- 1960 - Tidak ikut
- 1964 - Tidak lolos
- 1968 - Juara
- 1972 - Tidak lolos
- 1976 - Tidak lolos
- 1980 - Tempat keempat
- 1984 - Tidak lolos
- 1988 - Semifinal
- 1992 - Tidak lolos
- 1996 - Babak 1
- 2000 - Tempat kedua
- 2004 - Babak 1
- 2008 - Perempat final
- 2012 - Tempat kedua
Sejarah Berdirinya Karang Taruna
Karang Taruna untuk pertama kalinya lahir pada tanggal 26 September 1960 di Kampung Melayu, Jakarta. Dalam perjalanan sejarahnya, Karang Taruna telah melakukan berbagai kegiatan, sebagai upaya untuk turut menanggulangi masalah-masalah Kesejahteraan Sosial terutama yang dihadapi generasi muda dilingkungannya, sesuai dengan kondisi daerah dan tingkat kemampuan masing-masing.
Pada mulanya, kegiatan Karang Taruna hanya sebatas pengisian waktu luang yang positif seperti rekreasi, olah raga, kesenian, kepanduan (pramuka), pendidikan keagamaan (pengajian) dan lain-lain bagi anak yatim, putus sekolah, tidak sekolah, yang berkeliaran dan main kartu serta anak-anak yang terjerumus dalam minuman keras dan narkoba. Dalam perjalanan sejarahnya, dari waktu ke waktu kegiatan Karang Taruna telah mengalami perkembangan sampai pada sektor Usaha Ekonomis Produktif (UEP) yang membantu membuka lapangan kerja/usaha bagi pengangguran dan remaja putus sekolah.
Pada masa Pemerintahan Orde Baru, nama Karang Taruna hanya diperuntukkan bagi kepengurusan tingkat Desa/Kelurahan serta Unit/Sub Unit saja (tingkat RT/RW). Sedangkan kepengurusan tingkat Kecamatan sampai Nasional menggunakan sebutan Forum Komunikasi Karang Taruna (FKKT), hal tersebut diatur dalam Kepmensos No 11/HUK/1988. Krisis Moneter yang melanda bangsa ini tahun 1997 turut memberikan dampak bagi menurunnya dan bahkan terhentinya aktivitas sebagian besar Karang Taruna. Saat dilaksanakan Temu Karya Nasional (TKN) IV tahun 2001 di Medan, disepakatilah perubahan nama menjadi Karang Taruna Indonesia (KTI). Oleh karena masih banyaknya perbedaan persepsi tentang Karang Taruna maka pada TKN V 2005 yang diselenggarakan di Banten tanggal 10-12 April 2005, Namanya dikembalikan menjadi Karang Taruna. Ketetapan ini kemudian diatur dalam Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Dengan dikeluarkannya Permensos ini diharapkan tidak lagi terjadi perbedaan penafsiran tentang Karang Taruna, dalam arti bahwa pemahaman tentang Karang Taruna mengacu kepada Peraturan Menteri Sosial tersebut.
Keberadaan Karang Taruna dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama ini, bertumpu pada landasan hukum yang dimiliki, yang terus diperbaharui sesuai dengan tuntutan, kebutuhan dan perkembangan masalah kesejahteraan sosial serta sistem pemerintahan yang terjadi. Sampai saat ini, landasan hukum yang dimiliki Karang Taruna adalah Keputusan Menteri Sosial RI No. 13/HUK/KEP/l/1981 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Karang Taruna, Ketetapan MPR No. II/MPR/1983 tentang GBHN yang menempatkan Karang Taruna sebagai wadah Pembinaan Generasi Muda, serta Keputusan Menteri Sosial RI No. 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna.
Pada mulanya, kegiatan Karang Taruna hanya sebatas pengisian waktu luang yang positif seperti rekreasi, olah raga, kesenian, kepanduan (pramuka), pendidikan keagamaan (pengajian) dan lain-lain bagi anak yatim, putus sekolah, tidak sekolah, yang berkeliaran dan main kartu serta anak-anak yang terjerumus dalam minuman keras dan narkoba. Dalam perjalanan sejarahnya, dari waktu ke waktu kegiatan Karang Taruna telah mengalami perkembangan sampai pada sektor Usaha Ekonomis Produktif (UEP) yang membantu membuka lapangan kerja/usaha bagi pengangguran dan remaja putus sekolah.
Pada masa Pemerintahan Orde Baru, nama Karang Taruna hanya diperuntukkan bagi kepengurusan tingkat Desa/Kelurahan serta Unit/Sub Unit saja (tingkat RT/RW). Sedangkan kepengurusan tingkat Kecamatan sampai Nasional menggunakan sebutan Forum Komunikasi Karang Taruna (FKKT), hal tersebut diatur dalam Kepmensos No 11/HUK/1988. Krisis Moneter yang melanda bangsa ini tahun 1997 turut memberikan dampak bagi menurunnya dan bahkan terhentinya aktivitas sebagian besar Karang Taruna. Saat dilaksanakan Temu Karya Nasional (TKN) IV tahun 2001 di Medan, disepakatilah perubahan nama menjadi Karang Taruna Indonesia (KTI). Oleh karena masih banyaknya perbedaan persepsi tentang Karang Taruna maka pada TKN V 2005 yang diselenggarakan di Banten tanggal 10-12 April 2005, Namanya dikembalikan menjadi Karang Taruna. Ketetapan ini kemudian diatur dalam Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Dengan dikeluarkannya Permensos ini diharapkan tidak lagi terjadi perbedaan penafsiran tentang Karang Taruna, dalam arti bahwa pemahaman tentang Karang Taruna mengacu kepada Peraturan Menteri Sosial tersebut.
Keberadaan Karang Taruna dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama ini, bertumpu pada landasan hukum yang dimiliki, yang terus diperbaharui sesuai dengan tuntutan, kebutuhan dan perkembangan masalah kesejahteraan sosial serta sistem pemerintahan yang terjadi. Sampai saat ini, landasan hukum yang dimiliki Karang Taruna adalah Keputusan Menteri Sosial RI No. 13/HUK/KEP/l/1981 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Karang Taruna, Ketetapan MPR No. II/MPR/1983 tentang GBHN yang menempatkan Karang Taruna sebagai wadah Pembinaan Generasi Muda, serta Keputusan Menteri Sosial RI No. 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna.
Kamis, 28 November 2013
UKURAN KAOS
Ukuran Kaos
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kaos Bola Logo Timnas Prancis A-414 L
Detail :
* Kaos Bola Sporty Logo Timnas/Negara
* Terbuat dari bahan Semi Combed 30’S
* Detail Sablon Pasta Dove di depan yang lembut
* Nyaman dipakai dan tidak panas
Size : L
Width/Length : 49 / 68 cm
CARA ORDER/PESAN
Cara Pesan:
1. Contact/SMS ke: 085394886360 dengan format sbb.:
ORDER
Nama : ...
Alamat : (jangan lupa kecamatan untuk menentukan ongkos kirim)
No Telp : ...
Jersey : ...
2. Kami akan cek stok dan membalas SMS anda yang berisi ketersediaan barang dengan rincian jumlah yang harus anda bayarkan berikut ongkos kirimnya
3. Jika cocok, silakan transfer ke rekening kami yang tertera disini atau silakan tanya lagi via SMS
4. Barang dikirim
Customer Service KAOS HALMAHERA siap melayani dan membantu Anda
* Kaos Bola Sporty Logo Timnas/Negara
* Terbuat dari bahan Semi Combed 30’S
* Detail Sablon Pasta Dove di depan yang lembut
* Nyaman dipakai dan tidak panas
Size : L
Width/Length : 49 / 68 cm
CARA ORDER/PESAN
Cara Pesan:
1. Contact/SMS ke: 085394886360 dengan format sbb.:
ORDER
Nama : ...
Alamat : (jangan lupa kecamatan untuk menentukan ongkos kirim)
No Telp : ...
Jersey : ...
2. Kami akan cek stok dan membalas SMS anda yang berisi ketersediaan barang dengan rincian jumlah yang harus anda bayarkan berikut ongkos kirimnya
3. Jika cocok, silakan transfer ke rekening kami yang tertera disini atau silakan tanya lagi via SMS
4. Barang dikirim
Customer Service KAOS HALMAHERA siap melayani dan membantu Anda
Jersey Bola TIMNAS BELANDA
Jersey BELANDA (Home) : [A-810]
Detail :
* Jersey Bola Pria Grade Original
* Bahan high-quality polyester DRY-FIT / Climacool
* Detail Bordir di dada dan sablon Super Polyflex
* Made in Thailand
Size : S - M - L - XL
Width/Length :
S=50/68 cm ; M=52/72 cm ; L=55/75 cm ; XL=58/78 cm
Yang mau pesan :
Call : 085394886360
Detail :
* Jersey Bola Pria Grade Original
* Bahan high-quality polyester DRY-FIT / Climacool
* Detail Bordir di dada dan sablon Super Polyflex
* Made in Thailand
Size : S - M - L - XL
Width/Length :
S=50/68 cm ; M=52/72 cm ; L=55/75 cm ; XL=58/78 cm
Yang mau pesan :
Call : 085394886360
Semangat Hidup
Mulai Dari Diri Sendiri
Mulai Dari Hal Kecil
Mulai Dari Sekarang...
Ada seorang pemuda yang mempunyai ambisi kuat dalam merevolusi sesuatu. Suatu hari dia mempunyai keinginan untuk merubah dunia. Setelah lama akhirnya dia berfikir bahwa merubah dunia terlampau berat maka ia putuskan untuk merubah negara saja. Di tengah jalan juga dia mendapat banyak rintangan yang tidak mampu ia melewatinya dan akhirnya dia putuskan untuk merubah kota saja. Dugaannya meleset, untuk merubah kota juga tidak kalah sulitnya dan kembali ia menyerah. Dia memutuskan untuk merubah ruang lingkup keluarga saja. Dia berasumsi bahwa merubah keluarga akan sangat mudah dan ringan dilakukan.
Namun setelah umurnya beranjak tua dia juga tidak berhasil mengubah keadaan keluarganya. Dia betul-betul heran entah apa yang salah. Dia terus berfikir dan akhirnya mendapatkan jawabannya. Dia seharusnya tidak berepot-repot ingin merubah dunia, negara, kota, ataupun keluarganya. Sejatinya dia hanya harus merubah DIRInya SENDIRI. Setelah itu dia berfikir : "Jikalau aku memikirkan perubahan positif diri saya sendiri maka secara tidak langsung akan mempengaruhi keluarga, kota, negara, bahkan dunia sekalipun. Mengapa tak pernah terpikirkan oleh ku?
Saepul S.
Mulai Dari Hal Kecil
Mulai Dari Sekarang...
Ada seorang pemuda yang mempunyai ambisi kuat dalam merevolusi sesuatu. Suatu hari dia mempunyai keinginan untuk merubah dunia. Setelah lama akhirnya dia berfikir bahwa merubah dunia terlampau berat maka ia putuskan untuk merubah negara saja. Di tengah jalan juga dia mendapat banyak rintangan yang tidak mampu ia melewatinya dan akhirnya dia putuskan untuk merubah kota saja. Dugaannya meleset, untuk merubah kota juga tidak kalah sulitnya dan kembali ia menyerah. Dia memutuskan untuk merubah ruang lingkup keluarga saja. Dia berasumsi bahwa merubah keluarga akan sangat mudah dan ringan dilakukan.
Namun setelah umurnya beranjak tua dia juga tidak berhasil mengubah keadaan keluarganya. Dia betul-betul heran entah apa yang salah. Dia terus berfikir dan akhirnya mendapatkan jawabannya. Dia seharusnya tidak berepot-repot ingin merubah dunia, negara, kota, ataupun keluarganya. Sejatinya dia hanya harus merubah DIRInya SENDIRI. Setelah itu dia berfikir : "Jikalau aku memikirkan perubahan positif diri saya sendiri maka secara tidak langsung akan mempengaruhi keluarga, kota, negara, bahkan dunia sekalipun. Mengapa tak pernah terpikirkan oleh ku?
Saepul S.
Salam Damai Halmahera
Dipenghujung suatu malam
Ketika isi dunia mulai terlelap
Terbesit sebayang asa ;
"bagaimana bisa berguna untuk sepotong Halmahera"
Halmahera....
Yah,, Halmahera...
Negeri Elok bak Surgawi
Negeri, dimana "dodomi" Leluhur kami ditanam
Negeri beribu potensi bersemayam
Darat, Laut, dan Udara menyimpan harap
bagi kesejahteraan "Bala se Kano-Kano"
Jika suatu saat Tuan datang...
harap kami tidak digerayangi
hingga petaka melanda Bala
dan Kano-Kano menjadi liar
Jangan usik "dodego" kami...
Salam Damai dari Halmahera
Di Kaki Tagalaya, 28'11'13
Ketika isi dunia mulai terlelap
Terbesit sebayang asa ;
"bagaimana bisa berguna untuk sepotong Halmahera"
Halmahera....
Yah,, Halmahera...
Negeri Elok bak Surgawi
Negeri, dimana "dodomi" Leluhur kami ditanam
Negeri beribu potensi bersemayam
Darat, Laut, dan Udara menyimpan harap
bagi kesejahteraan "Bala se Kano-Kano"
Jika suatu saat Tuan datang...
harap kami tidak digerayangi
hingga petaka melanda Bala
dan Kano-Kano menjadi liar
Jangan usik "dodego" kami...
Salam Damai dari Halmahera
Di Kaki Tagalaya, 28'11'13
Langganan:
Postingan (Atom)


